Langsung ke konten utama

Kasus Stereotype, Analisis, dan Penanganannya



Hasil gambar untuk GAMBAR STEREOTYPE 
  • Stereotip adalah prasangka penilaian buruk kelompok lain. Penilaian tersebut tidak dilandaskan atas fakta yang terjadi sebenarnya. Prasangka biasanya bersifat tidak objektif, dan menganggap tiap-tiap anggota kelompok lain mempunyai sifat generalisasi (sama ).
  • Sebagai contoh, kelompok pedagang kaki lima terlibat konflik terhadap pegawai ketertiban kota. Kelompok pedagang beranggapan bahwa pemerintah kota yang diwakili oleh para pegawai ketertiban selaku kelompok manusia yang pemikirannya mau menang sendiri, tanpa memihak kepada rakyat kecil. Anggapan itu ditujukan kepada semua pegawai ketertiban, meskipun di antara para pegawai itu adaorang-orang yang sehari-harinya baik hati dan penuh perasaan terhadap kesusahan pedagang kaki lima.
  • Pejabat pemerintah yang diwakili para petugas ketertiban juga muncul stereotip kepada kelompok pedagang kaki lima, stereotip tersebut dapat berupa anggapan kepada kelompok pedagang kaki lima selaku orang-orang yang tidak mengindahkan aturan yang dibuat pemerintah
Dan seperti halnya Orang Batak dikatakan suka berbicara dengan suara yang keras agar diperhatikan orang lain (bahkan ada yang mengidentikkan suka berbicara ini dengan suka membual).

Orang Batak itu pemberani, agresif, dan kasar, ini tampak dari kebiasaan mereka yang suka berbicara keras-keras dan suka berkelahi di depan orang lain dan pernyataan ini di dukung dengan perawakan mereka misalnya bentuk dan ekspresi muka.
Dan semua tanggapan masyarakat terhadap orang batak umumnya dikenal seperti diatas, tapi tidak semua orang batak mempunyai sifat yang sama, begitupula dengan generasi-generasi penerusnya.

Sehingga penanganannya menurut saya yaitu pemeritahan memberikan bantuan fasilitas berupa tempat untuk para pedagang kaki lima berjualan. Itu semua bertujuan untuk mengurangi dan mentiadakan konflik antara pedangan dan pegawai ketertiban kota, dan para pedagang juga harus mengikuti aturan tertulis oleh pemerintah. Sehingga akan terjadi sebuah kerjasama yang saling mengguntungkan kedua belah pihak, dan masyarakat sekitar tentunya. dan para pedagang dan pedagang muda di kemudiaan hari akan berpikiran dan beranggapan berbeda terhadap pegawai ketertiban kota akan bersifat netral.


SUMBER
http://gurupintar.com/threads/apa-yang-dimaksud-dengan-stereotip-dan-berikan-contoh-kasusnya.6432/

https://pupunsaid.wordpress.com/2013/05/13/stereotipe-beberapa-etnis-di-indonesia/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

  PELAPISAN SOSIAL 1 1 Pengertian Pelapisan Sosial Pelapisan sosial merupakan suatu pembeda tinggi atau rendahnya kedudukan dan posisi dari seseorang di dalam kelompoknya, jika dibandingkan dengan posisi yang di miliki orang lain didalam kelompok tersebut maupun jika dibandingkan dengan kelompok lainnya. Tinggi atau rendahnya posisi sosial tersebut dapat disebabkan oleh berbagai macam perbedaan atau tolak ukur, seperti kekayaan yang dimiliki di bidang ekonomi, tingkat pendidikan, nilai-nilai sosial, hingga perbedaan berdasar kekuasaan dan wewenang sosialnya. Sedangkan menurut beberapa ahli, pelapisan sosial diartikan sebagai berikut: Max Weber – pelapisan sosial merupakan suatu penggolongan orang-orang yang termasuk didalam suatu sistem sosial tertentu di masyarakat kedalam suatu lapisan-lapisan hierarki yang didasarkan pada dimensi kekuasaan dan prestise. Prtirim A. Sorokin – pelapisan sosial merupakan suatu stratifikasi sosial atau perbedaan angg...

REVIEW PENERAPAN K3 PADA PROYEk JEMBATAN SIGANDUL

Pemerintah mempunyai tujuan untuk melaksanakan pembangunan terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat, salah satunya dalam bidang ketenagakerjaan. Banyaknya kecelakaan kerja yang terjadi dalam dunia pembangunan di Indonesia mendorong Pemerintah untuk merancang suatu upaya atau program guna mencegah lebih banyak terjadinya kecelakaan kerja. Program tersebut adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu upaya atau kegiatan untuk menjamin dan melindungi para pekerja dari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Abstrak Pemerintah mempunyai tujuan untuk melaksanakan pembangunan terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat, salah satunya dalam bidang ketenagakerjaan. Banyaknya kecelakaan kerja yang terjadi dalam dunia pembangunan di Indonesia mendorong Pemerintah untuk merancang suatu upaya atau program guna mencegah lebih banyak terjadinya kecelakaan kerja. Program tersebut adalah Keselamatan dan Kesehat...